Ekonomi Lampung Tumbuh Sebesar 5,58 Persen, Sektor Pertanian Penopang Utama

LAMPUNG, DeRAPINDONESIA.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung terus mengaktifkan kegiatan literasi melalui berbagai program, salah satunya Bincang Literasi bersaama mitra media KPWBI Lampung yang diadakan Rabu,(6/5) Kegiatan literasi ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan pelaku usaha mengenai perkembangan ekonomi, keuangan, dan literasi umum di Lampung.

Paparan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung menyebutkan perekonomian Provinsi Lampung pada Triwulan I 2026 menunjukkan ketahanan yang solid dimana ekonomi Lampung tumbuh sebesar 5,58 persen secara tahunan (year on year), meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Angka tersebut menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Sumatera, sekaligus menjadi salah satu motor penggerak ekonomi regional dengan kontribusi lebih dari 10 persen terhadap perekonomian Sumatera. Capaian tersebut disokong dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menjadi penopang utama dengan pertumbuhan mencapai 9,89 persen.

Dari sektor perdagangan besar dan ritel memberikan konstribusi positif dengan pertumbuhan 6,91 persen (yoy) dan kontribusi 1,06 persen. Sementara dari sektor investasi dan makan minum pertumbuhanya mencapai 12,43 persen (yoy).

Sebaliknya, sektor industri pengolahan mengalami kontraksi 3,28 persen (yoy). Penurunan juga terjadi pada sektor konstruksi sebesar 4,96 persen (yoy) serta transportasi dan pergudangan yang melemah 6,11 persen (yoy).

Pelemahan sektor-sektor ini menahan laju ekspansi ekonomi secara lebih luas. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi tulang punggung dengan pertumbuhan 5,54 persen (yoy) dan kontribusi 3,45 persen.

Konsumsi pemerintah tumbuh signifikan 13,84 persen (yoy), memberikan 0,73 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi tercatat terkontraksi 4,39 persen (yoy). Meski demikian, kontribusinya terhadap pertumbuhan masih positif.

Achmad P. Subarkah, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, menyebutkan perlambatan investasi di awal tahun merupakan pola musiman. PMTB merupakan investasi dalam bentuk aset tetap, seperti bangunan, mesin, dan infrastruktur.

“Pada triwulan pertama, pelaku usaha umumnya masih menyusun rencana bisnis,” kata dia.

Meskipun secara pertumbuhan mengalami kontraksi, kata dia, PMTB tetap memberi andil sekitar 1,3 persen karena bobotnya besar dalam struktur ekonomi daerah.

“Investasi biasanya mulai meningkat pada triwulan kedua dan mencapai puncaknya pada paruh kedua tahun karena perusahaan besar sudah merencanakan ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi. Nanti, dampaknya akan terlihat pada triwulan tiga dan empat,” ujarnya.(nely)

Editor : RBD

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img