LAMPUNG, DeRAPINDONESIA.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung terus melakukan upaya mendorong ekonomi syariah sebagai tulang punggung pembangunan daerah. Upaya tersebut terlihat dari penutupan Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 yang diselenggarakan di Lampung City Mall, Minggu 10 Mei 2026
Pada ajang LaSEF 2026 tersebut, sebanyak 9.873 UMKM terlibat dalam kegiatan business matching pembiayaan syariah dan berhasil mencatat komitmen pembiayaan sekitar Rp230 miliar dari 15 lembaga keuangan yang terlibat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Lampung Bimo Epyanto menegaskan komitmen pihaknya bersama pemerintah daerah untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
“Kami bersama pemerintah daerah terus berupaya menjadikan ekonomi syariah menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang dapat membangun secara inklusif bagi masyarakat,” ujar Bimo, Senin (11/5) S
Sebagai bentuk konkret, BI Lampung menghadirkan Lampung Sharia Economic Festival (LSEF), dimana ajang tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen akselerasi yang dirancang untuk memperkuat sektor riil berbasis syariah.
“Lampung Sharia Economic Festival ini menjadi langkah strategis untuk mengakselerasi perkembangan UMKM, memperluas halal lifestyle, meningkatkan serta menemukan sumber ekonomi baru di Lampung,” katanya. Festival itu diharapkan mampu mempertemukan pelaku usaha, regulator, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
UMKM berbasis halal menjadi fokus utama, mengingat sektor ini menyerap tenaga kerja terbesar dan berpotensi menembus pasar global halal. Dalam implementasinya, BI Lampung mengusung tiga pilar utama guna memastikan penguatan ekonomi syariah berjalan optimal.
“Untuk mencapai sasaran tersebut kami bertumpu pada tiga hal utama dalam kegiatan ini yakni inklusi halal value chain melalui halal mart, pelatihan dan kapasitas sertifikasi halal serta juru sembelih halal,” kata Bimo.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi Bank Indonesia Provinsi Lampung atas penyelenggaraan festival ekonomi syariah.
Pelaksanaan LaSEF, menurut Mirza menunjukkan ekonomi syariah tumbuh nyata di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha dan masyarakat.
“Kita telah saksikan bersama, tadi bagaimana ekonomi syariah hadir dan tumbuh secara nyata di tengah masyarakat melalui berbagai rangkaian kegiatan yang inspiratif dan penuh manfaat,” kata Mirza.
Ia menilai ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Provinsi Lampung, terutama didukung sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan UMKM yang erat kaitannya dengan ekosistem ekonomi syariah.
“Partisipasi puluhan UMKM dalam Halal Mart sebagai bukti besarnya potensi produk lokal Lampung yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.” kata Mirza
Pemerintah Provinsi Lampung dan Bank Indonesia menyatakan kesepakatannya, bahwa pengembangan ekonomi syariah membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
LaSEF 2026 diharapkan menjadi momentum awal penguatan ekosistem ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan baru di Provinsi Lampung.(nely)
Editor : RBD


