Bandung,Derap Indonesia – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Rudi Setiawan meminta para buruh ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan iklim investasi agar para pelaku usaha merasa aman menanamkan modalnya di Jawa Barat. Rudi mengatakan stabilitas keamanan merupakan syarat utama bagi terciptanya kesejahteraan bersama.
“Kalau kita rusuh, kalau kita ribut, kapan mau kerjanya? Pengusaha kapan menggajinya? Masyarakat juga akan kesulitan beraktivitas. Makanya harus sejahtera,” ujar Rudi saat menggelar apel kamtibmas bersama sekitar 2.000 buruh di Bandung, Selasa.
Kapolda menegaskan tidak melarang buruh menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa, termasuk saat pembahasan kenaikan upah tahunan. Namun, ia mengingatkan agar aksi tersebut tetap dilakukan secara tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
“Aksi boleh dilakukan, tapi jangan sampai mengganggu masyarakat lain. Ada pengguna jalan dan fasilitas umum yang juga harus kita jaga,” katanya.
Kapolda menjelaskan Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah industri dan tenaga kerja terbanyak di Indonesia. Oleh karena itu, sinergi antara buruh, pengusaha, dan aparat keamanan menjadi kunci untuk menjaga produktivitas industri.
“Saya menggunakan tagline ‘Sauyunan Jaga Lembur’ Bumi Jawa Barat ini harus dijaga bersama-sama. Tidak bisa hanya oleh polisi, TNI, atau pemerintah. Semua elemen harus ikut menjaga,” ujarnya.

Komitmen Jaga Investasi Jabar dari Gangguan Kamtibmas
Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, situasi keamanan yang kondusif akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pekerja. Dengan investasi tumbuh, perekonomian Jawa Barat ikut berkembang dan buruh pun akan sejahtera.
Demi menjaga iklim investasi di Jawa Barat dibutuhkan kolaborasi yang dilakukan antara buruh dan pemerintah. Investasi akan terjaga jika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jabar terjaga.
“Komitmen Polda Jabar dari awal yaitu safe (aman) investasi. Tidak ada yang boleh mengganggu investasi di Jawa Barat. Itu komitmen saya tentunya akan didukung oleh rekan-rekan semuanya, baik dari TNI, semuanya. Karena dengan investasi tersebut, maka akan tumbuh perekonomian di Jawa Barat dan akhirnya insya Allah buruh akan sejahtera,” kata Rudi.
Kepada ratusan buruh yang berasal dari 18 organisasi ini, dengan lantang Rudi siap perangi praktik premanisme yang kerap menganggu investasi di Jabar
“Saya sama sekali tidak pernah melindungi adanya praktek-praktek premanisme di lingkungan kerja rekan-rekan sekalian. Nanti silahkan untuk diadukan apabila ada praktek-praktek premanisme, saya sangat ingin mewujudkan kesejahteraan para buruh seluruhnya,” tambahnya.
Agenda yang akan dilakukan buruh dalam waktu dekat yakni menunggu kenaikan UMK dan UMP di Jawa Barat. Biasanya dalam proses kenaikan upah itu bakal timbul aksi demonstrasi di mana-mana. Dalam hal ini, Polda Jabar juga tidak melarang buruh untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
“Silahkan menyampaikan pendapat, pikiran, usulan. Saya dukung, saya perbolehkan, tetapi patuhi ketentuan yang sudah ada, tentunya dalam menyampaikan pendapat, intinya adalah harus tersampaikan pendapatnya tersebut,” ujar Rudi.
Rudi tidak ingin ada buruh yang melakukan demo dan menganggu kamtibmas. Dia berharap buruh yang melakukan demo juga menghargai masyarakat lainnya.
Tapi ia mengingatkan ada pihak-pihak lain juga, masyarakat yang berada di sekitar kita, pengguna jalan, pengguna fasilitas umumnya lain yang harus kita jaga juga, kita harus lindungi.
“Jawa Barat merupakan provinsi yang paling banyak buruhnya, banyak kegiatan industrial, banyak kegiatan perdagangan, dan kegiatan ekonomi lainnya di Jawa Barat. Ini merupakan aset yang luar biasa,” pungkasnya.(dik)
Editor : RBD

