Lampung, Derap Indonesia – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung mengatakan bahwa inflasi di daerah itu secara tahunan pada Oktober 2025 sebesar 1,20 persen year on year (yoy) utamanya disebabkan naiknya harga emas perhiasan.
“Inflasi Lampung utamanya disebabkan kenaikan harga emas perhiasan. Selain itu, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah dengan andil masing-masing sebesar 0,14 persen; 0,05 persen; 0,05 persen; dan 0,05 persen,” kata Kepala Kpw BI Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, dalam keterangannya, di Bandarlampung, Selasa.
Ia menyebutkan, peningkatan harga emas perhiasan sejalan dengan kenaikan harga emas dunia di tengah tingginya ketidakpastian global akibat faktor geopolitik.
Sementara itu, naiknya harga daging ayam ras sejalan dengan minimnya suplai DOC (day old chicks) peternak yang diprakirakan berlangsung hingga bulan November 2025, serta turunnya produktivitas dipengaruhi oleh faktor cuaca.
Adapun kenaikan harga cabai merah terutama disebabkan oleh menurunnya pasokan usai berakhirnya periode panen di beberapa sentra produksi.
Di sisi lain, inflasi yang lebih tinggi pada bulan Oktober 2025 tertahan oleh penurunan harga bawang merah, tomat, cabai rawit, dan gula pasir dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,15 persen; 0,03 persen; 0,04 persen; dan 0,02 persen (month to month/mtm).
“Penurunan harga bawang merah, tomat dan cabai rawit sejalan dengan masuknya periode panen di beberapa sentra produksi,” ujarnya.
Sementara itu, lanjutnya, penurunan harga gula pasir didukung oleh terjaganya stok lokal seiring perbaikan faktor produksi tebu domestik.

