LAMPUNG, DeRAPINDONESIA.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Provinsi Lampung masa bakti 2025–2030 resmi dilantik di Ballroom Hotel Radisson, Bandar Lampung, Selasa (19/5/2026).
Ketua DPW Gapembi Lampung HM Muslih menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin organisasi di tingkat provinsi ini.
“Saya mengharapkan seluruh jajaran pengurus dapat terus mendapat arahan dari DPP Gapembi agar mampu menjalankan visi besar organisasi ini ” ujarnya
Menurut Muslih, saat ini di Lampung terdapat sekitar 1.170an Satuan Pelayanan Program Bergizi (SPPB).
“Yang telah bergabung ke Gapembi baru sekitar 387 unit, sementara sisanya masih tergabung dalam berbagai yayasan” jelas Muslih

Dia menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kegiatan bisnis, melainkan program kemanusiaan yang bertujuan mencetak generasi sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
“Gapembi Lampung siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk bersama-sama mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045,” kata Muslih.
Sementara itu, Ketua Umum Gapembi Alven Stony mengatakan, bahwa program MBG merupakan gerakan nasional yang didukung investasi swasta dalam skala sangat besar. Dan hingga saat ini, telah berdiri sekitar 28.800 dapur SPPG di seluruh Indonesia.
Jika setiap dapur memerlukan investasi rata-rata Rp3 miliar, maka total investasi yang telah digelontorkan mencapai sekitar Rp90 triliun.

“Dana itu murni berasal dari para mitra, bukan dari APBN maupun APBD,” ujar Alven.
Alven menegaskan, para mitra MBG hingga saat ini masih dalam tahap pengembalian modal investasi. Menurutnya, dibutuhkan waktu sekitar dua tahun agar investasi tersebut dapat kembali.
Alven juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama meluruskan berbagai informasi keliru yang berkembang di masyarakat terkait program MBG.
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN Tengku Syahdana mengatakan, secara nasional jumlah Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) telah mencapai 28.800an unit.
Khusus di Provinsi Lampung, terdapat ribuan SPPG dengan jumlah penerima manfaat mencapai 2,7 juta jiwa.
“Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah penerima manfaat program makan bergizi terbesar kedua di dunia setelah India,” kata Tengku.
Tengku menjelaskan, program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan pasar yang pasti bagi hasil pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.
Menurutnya, satu SPPG dapat mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan. Sebagian besar dana tersebut akan berputar langsung di masyarakat melalui pembelian bahan baku dari petani, UMKM, dan pelaku usaha lokal.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan Gapembi Lampung dan pelaksanaan program MBG di daerah.
Menurutnya, program ini memiliki dampak ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi peluang besar bagi Lampung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal,” ujar Gubernur.
Menurut Gubernur, program MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Sejarah peradaban dunia menunjukkan bahwa negara maju selalu dimulai dari anak-anak yang cerdas dan sehat. Karena itu, kualitas pendidikan harus dibarengi dengan pemenuhan nutrisi yang baik,” ujar Mirza.
Ia mengungkapkan, gagasan MBG telah lama menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya menjawab persoalan ketimpangan sosial dan kemiskinan, khususnya di wilayah pedesaan.
Mirza menjelaskan, Lampung memiliki tantangan besar karena sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Fluktuasi harga komoditas seperti jagung dan singkong selama bertahun-tahun berdampak pada rendahnya kesejahteraan petani.
“Program MBG diharapkan menjadi instrumen pemerataan ekonomi. Uang negara mengalir langsung ke desa melalui dapur-dapur MBG, sehingga menciptakan perputaran ekonomi baru di tingkat masyarakat,” katanya.
Saat ini, kata Mirza, telah terbentuk lebih dari seribu dapur MBG di Provinsi Lampung yang mulai menyerap tenaga kerja dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem rantai pasok yang terintegrasi antara dapur MBG, koperasi desa, petani, peternak, hingga pelaku UMKM lokal agar manfaat ekonomi program dapat dirasakan lebih luas.
“Ke depan, dapur MBG tidak boleh hanya bergantung pada pemasok dari kota. Produk pertanian dan peternakan desa harus menjadi bagian utama rantai pasok sehingga pertumbuhan ekonomi benar-benar terjadi dari bawah,” tegasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung akan mendorong kerja sama antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan koperasi desa dan pelaku usaha lokal di seluruh kabupaten/kota.
Gubernur berharap pelantikan DPW Gapembi Lampung ini diharapkan menjadi tonggak awal penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menyukseskan program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Hadir dalam pelantikan tersebut, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, unsur Forkopimda Lampung, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, Wakil Bupati Tanggamus, Sekretaris Daerah Lampung Timur Rustam Effendi, dan ketua Gapembi se-Indonesia (nely)
Editor : RBD


