LAMPUNG, DeRAPINDONESIA.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Konsultan Indonesia (PERKINDO) menggelar Rakernas PERKINDO (Rapat Kerja Nasional Persatuan Konsultan Indonesia) ke-VI. Rakernas, mengusung tema “Transformasi Konsultan Indonesia”, Kolarorasi, Inovasi, dan Digitalisasi Menuju Daya Saing Global berlangsung selama dua hari di Balroom Swiss-Belhotel Bandar Lampung, 27-28/1/2026.
Peserta Rakernas adalah Ketua Umum, Pengurus DPP, DPD PERKINDO dari seluruh provinsi di Indonesia dan pada hari ke dua dihadiri oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan unsur Forkopimda.
Ketua Umum PERKINDO, Ir. Nunus Nugroho A.P., M.M., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan mendesak dalam meningkatkan profesionalisme serta daya saing konsultan Indonesia di tengah dinamika dan tantangan global yang terus berkembang.
“Pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), diyakini mampu mempermudah berbagai proses kerja, mempercepat pengambilan keputusan, sekaligus mendukung pembangunan basis data yang luas dan terintegrasi” ujarnya kepada media
Digitalisasi, kata Nunus, akan memudahkan seluruh proses kerja. Kita telah memasuki era pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mempercepat pekerjaan serta membangun database yang besar. Hal ini menjadi kekuatan dalam penyederhanaan proses, sehingga software yang digunakan mampu menghasilkan karya-karya yang lebih unggul.
“Rakernas VI PERKINDO juga menjadi forum strategis untuk memaparkan program kerja organisasi, melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya, serta merumuskan rekomendasi ke depan yang selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional maupun daerah.” jelasnya
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Persatuan Konsultan Indonesia (Perkindo) untuk mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor jasa konsultan. Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VI Perkindo.
“Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu dari empat hingga lima negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045. Target besar itu, kata dia, membutuhkan kesiapan seluruh sektor, termasuk dunia konstruksi dan jasa konsultan.” ujarnya
Menurut Mirza, sektor konstruksi masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai sekitar 9,48 persen.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan. Globalisasi, keterbukaan pasar, serta digitalisasi akan menciptakan kompetisi yang semakin ketat, termasuk di bidang jasa konsultan.
Untuk mempersiapkan Indonesia Emas 2045, kata Mirza periode 2025–2030 menjadi fase krusial dalam memperkuat kualitas SDM. Upaya tersebut harus dilakukan secara kolaboratif oleh pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota, termasuk pihak swasta.
“Fokus kita bersama adalah bagaimana memperkuat kualitas sumber daya manusia. Digitalisasi dan kompetisi yang semakin ketat harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM di setiap bidang, termasuk jasa konsultan,” tegasnya.
Gubernur Mirza mengajak para konsultan yang tergabung dalam Perkindo untuk bersiap menghadapi peluang besar di masa depan, seiring pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.(nely)
Editor : RBD


