Hi.Toni, Ketua RT Berprestasi dari Rajabasa Nunyai Bandar Lampung

LAMPUNG, DeRAP INDONESIAMengemban tugas menjadi seorang tokoh masyarakat memang tidak mudah.
Selain dikenal banyak orang karena jabatannya, pengalaman pun patut diperhitungkan.
Baik pengalaman berorganisasi muapun bersosialisasi kepada masyarakat.
Demikian halnya menjadi ketua RT yang merupakan sarana penghubung yang paling dekat antara masyakarat dan pemerintah secara langsung.
Tugas dan kewajiban ketua RT adalah untuk menjaga keamanan lingkungan sekitarnya serta tercapainya kesejahteraan masyarakat dan juga harus menjalankan hak, tugas dan fungsinya sebagai pengurus masyarakat.
Amanah inilah yang diemban Hi. Toni, Ketua RT 07 Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, selama 5 tahun.
“Jujur saja, awalnya tidak mudah. Saya jadi ketua RT itu karena belum punya pengalaman, tapi berkat dukungan, bimbingan kerabat dekat dan sejak dulu juga saya sudah aktif di dalam kegiatan RT, kepemudaan, pengajian bahkan sampai saat ini saya aktif juga di organisasi masyarakat, alhamdulilah akhirnya warga percaya dan memilih saya jadi ketua RT,” ujar Toni.
Selama menjadi ketua RT, dia sudah mengoleksi prestasi di lingkup Kelurahan Rajabasa Nunyai.
Ia berhasil membawa perubahan RT 07 menjadi lebih nyaman karena perjuangannya untuk membuat lingkungan nya menjadi lebih terang terwujud dengan adanya dukungan dari PLN berupa tiang listrik.
Tiang listrik
Selama sebelas tahun tidak ada tiang listrik. Dua bulan kemudian setelah menjadi ketua RT, Hi.Toni berhasil mendapat dukungan PLN ULP Tanjung Karang dan terpasang 14 tiang dengan satu tiang listrik 50 paralel.
“Sebelas tahun tidak punya tiang listrik dan alhamdulilah baru dua bulan jadi RT terpasang 14 tiang listrik. Dukungan dari PLN ULP Tanjung Karang” ujarnya
Ayah dari tiga orang anak dan suami Laila Fauziah ini mengaku ia selalu mensyukuri apa yang telah menjadi takdirnya.
Saat ditanya suka dukanya dalam memimpin masyarakat, pria berusia 57 tahun ini mengaku sangat menikmati menjadi seorang ketua RT.
Menurutnya bisa membantu orang dan berbaur dengan masyarakat mempunyai kesan tersendiri.
“Niatnya ibadah. Saat jadi pemimpin saya menyampaikan kebaikan kepada masyarakat. Berpedoman dari figur seorang pemimpin. Apabila pemimpin ini bisa memberikan contoh yang baik kepada warganya maka mereka akan patuh,” jelasnya.
Soal duka, ia tidak merasa kesusahan dalam mengatur warga.
Hanya saat ada kesalahpahaman antarwarga, terkadang membutuhkan bantuannya untuk menemukan solusi.
Tak hanya itu, ketika ada warga pendatang yang berbuat onar, Toni pun tak jarang turun tangan untuk melerai.
Honor yang ia dapat dari pemerintah menurutnya cukup untuk menunjang kegiatannya selaku ketua RT. Uang tersebut digunakan sebagai uang transport dan operasional.
Saat ini ada 1200 orang warga yang ia bina di RT 07.
“Alhamdulillah semua di sini sudah tercukupi, program-program yang disusun pemerintah kota Bandar Lampung sudah dijalankan dengan baik,” pungkasnya.
Terpisah, seorang warga setempat yang namanya minta tidak ditulis mengatakan bahwa selama menjadi Ketua RT 07 Hi.Toni sudah menunjukan prestasinya dengan banyak menciptakan perubahan.
“Sekarang di lingkungan RT sini sudah lebih terang dan nyaman. Dulu belum ada tiang listrik lumayan gelap” ungkapnya (rbd)

GoogleNews

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img