Lampung, Derap Indonesia – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) menegaskan kembali komitmennya bahwa, arah pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung pada periode kepemimpinanya 2025–2029 fokus utamanya adalah penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Penegasan komitmen tersebut ia sampaikan di Mahan Agung, Minggu (28/12/2025) dalam Acara Kaleidoskop Pembangunan Provinsi Lampung Tahun 2025, yang digelar bersama insan media sebagai forum refleksi atas capaian pembangunan selama satu tahun terakhir.
Dalam paparannya di hadapan insan media, Gubernur menyoroti bahwa pembangunan akses jalan masyarakat menjadi prioritas utama Pemprov Lampung, “Kondisi jalan di Lampung sering menjadi sorotan publik, dari tahun 2023 Provinsi Lampung selalu viral soal jalan rusak. Dari situlah strategi pembangunan kami dimulai karena jalan adalah akses terpenting masyarakat,” ujar Gubernur.
Ditegaskan Gubernur bahwa, pembangunan jalan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kunci penggerak ekonomi daerah. “Akses jalan yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya distribusi, serta membuka peluang pengembangan potensi ekonomi di berbagai sektor,” tegasnya
Kalau jalannya dalam kondisi baik, lanjut Gubernur, maka dipastikan masyarakat akan lebih mudah mengembangkan usahanya. ” Selanjutnya, distribusi hasil pertanian, perikanan, dan UMKM menjadi lancar,” ungkapnya. Karena alasan itulah, akses jalan menjadi prioritas Pemprov Lampung sehingga diharapkan pada tahun 2028 Lampung akan jauh lebih baik.
Gubernur juga memaparkan program unggulan daerah yang menjadi tulang punggung pembangunan Lampung lima tahun ke depan. Selain infrastruktur, salah satu program strategis lainya adalah dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan estimasi nilai ekonomi mencapai Rp8,5 triliun per tahun.
Program MBG tidak hanya berorientasi pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan multiplier effect ekonomi yang signifikan. Pemerintah memperkirakan program ini mampu menyerap sekitar 98.500 tenaga kerja, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM lokal.
Sejalan dengan itu, Lampung juga diproyeksikan menjadi Lumbung Pangan Nasional, dengan target peningkatan Indeks Ketahanan Pangan dari 83,07 pada 2025 menjadi 85,11 pada 2029. Pemerintah juga menargetkan penurunan prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan dari 8,5 persen menjadi 4,75 persen.
Dalam mendukung target tersebut, Pemprov Lampung menekankan pentingnya sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, hingga Dinas Koperasi dan UMKM. Selain itu, keterlibatan stakeholder seperti Bulog, BUMD, BUMDes, perguruan tinggi, dan dunia usaha dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan program.
Tak kalah penting, pembangunan Lampung periode 2025–2029 juga diarahkan pada optimalisasi potensi ekonomi desa, penguatan koperasi dan BUMDes, stabilisasi harga pangan, pemerataan akses pendidikan, serta peningkatan kualitas dan kemantapan infrastruktur jalan provinsi hingga desa.
Dengan mengusung visi besar “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tata kelola pemerintahan yang berintegritas, serta kehidupan masyarakat Lampung yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Program-program unggulan kami ini diharapkan menjadi fondasi kuat pembangunan Lampung, sekaligus memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok daerah” pungkasnya (nely)

