Tidak Semata Penegakan Hukum, Kejari Bandar Lampung Ternyata Kedepankan Juga Kemanusian dan Solidaritas Sosial

Lampung, Derap Indonesia – Dalam semangat kepedulian, pengabdian, dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat, Kejaksaan Negeri Bandar Lampung senantiasa berupaya hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
Ini menunjukan bahwa, tidak semata hanya dalam kapasitasnya sebagai aparat penegak hukum, namun Kejaksaan Negeri Bandar Lampung hadir dalam melaksanakan kegiatan sosial sebagai simbol dari sinergi, kepedulian, dan tanggung jawab moral Kejaksaan dalam mengimplementasikan peran dan fungsinya sebagai institusi yang tidak hanya semata menegakkan hukum secara tegas, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial yang senantiasa dijunjung tinggi oleh insan Adhyaksa.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempertegas bahwa kehadiran Kejaksaan bukan hanya sebatas dalam penegakan hukum, melainkan juga dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, berkeadilan, dan berkehidupan gotong royong.
Kepala Kejaksaan Negeri Bandar Lampung Baharuddin didampingi Kasi Intelijen M. Angga Mahatama beserta jajaran pada hari Kamis tanggal 23 Oktober 2023 sekira pukul 13.00 WIB telah melakukan kunjungan di kediaman Misna Megawati dan bertemu langsung dengan Misna Megawati dan Gina.
Kepala Kejaksaan Negeri Bandar Lampung juga mengungkapkan keprihatinannya serta melaksanakan kegiatan sosial dengan memberikan sedikit santunan berupa sembako kepada keluarga ibu Misna Megawati.
Menurut Kasi Intelijen Kejari Bandar Lampung M. Angga Mahatama, kegiatan ini sebagai simbol dari sinergi, kepedulian, dan tanggung jawab moral Kejaksaan dalam mengimplementasikan peran dan fungsinya sebagai institusi yang tidak hanya menegakkan hukum secara tegas, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan dan solidaritas sosial yang senantiasa dijunjung tinggi oleh insan Adhyaksa.
Kegiatan ini tambah Angga menjadi momentum penting untuk mempertegas bahwa kehadiran Kejaksaan bukan hanya sebatas dalam penegakan hukum, melainkan juga dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan berkeadilan.

“Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian yang tinggi, Kejaksaan Negeri Bandar Lampung akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, menjunjung tinggi integritas, serta menjadi garda terdepan dalam melayani, mengayomi, dan menegakkan keadilan bagi masyarakat” pungkas Angga
Diketahui viral diberitakan sejumlah media, sebelumnya seorang pelajar SMPN di Bandar Lampung memutuskan untuk berhenti sekolah usai minder disebut sebagai tukang rongsok. Pelajar bernama Gina (16) itu sehari-hari memang membantu ibunya mencari barang rongsok.
“Orang tua saya dibilang tukang rongsok,” kata Gina lirih saat ditemui di rumahnya.
Gina dan ibunya tinggal di rumah kontrakan sederhana. Bagian depan rumahnya dipasangi terpal sebagai peneduh. Ada banyak karung berisi plastik dan tumpukan kardus yang diletakkan di depan rumahnya.
Ledekan dari teman-temannya itu membuatnya minder. Dia sempat bolos sekolah seminggu hingga memutuskan berhenti, “Waktu itu saya kelas VIII. Malu sama teman-teman,” ujarnya.
Ibu Gina, Misna Megawati (42) mengaku tak bisa berbuat banyak soal keputusan anaknya berhenti sekolah. Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga membuatnya tak punya banyak pilihan,”Saya ini tulang punggung. Kalau dia sekolah, siapa yang bantu saya cari barang bekas?” kata Misna.
Misna berharap putrinya itu bisa tetap bersekolah. “paling tidak ambil Paket B sampai lulus SMA, biar nggak kayak saya,” ujar dia.
Kasek Bantah Perundungan
Kepala SMPN 13 Bandar Lampung, Amaroh membantah kabar Gina berhenti sekolah karena dirundung teman-temannya, “Tidak ada perundungan. Gina sendiri yang minta berhenti dan pindah,” jelas dia.
Amaroh mengaku sempat menahan Gina agar tetap belajar. Namun, remaja itu bersikeras ingin keluar karena alasan biaya.
Di sisi lain, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Bandar Lampung turut memperhatikan nasib pendidikan Gina. Menurut perwakilan P3A, Prisnal, tidak terbukti ada perundungan terhadap Gina, “Waktu sekolah mendatangi rumahnya, Gina bilang mau pindah ke Paket B yang gratis. Selain itu, dia juga ingin bantu ibunya bekerja,” ujar Prisnal.
Di sela-sela aktivitasnya mengumpulkan botol plastik dan kardus bekas, Gina ternyata masih punya asa untuk kembali bersekolah,”Kalau ada rezeki, pengin lanjut lagi,” ujar Gina lirih.(nely)

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img