Oleh: Abah Yusuf Bachtiar (Sesepuh Kabuyutan Gegerkalong Bandung & Tokoh Budaya Sunda)
Bandung, Derap Indonesia – Dalam konteks Pajajaran, Purbaya tidak secara langsung disebutkan sebagai tokoh utama dalam sejarah atau legenda kerajaan Sundanesia. Namun, nama ini dapat diasosiasikan dengan tokoh-tokoh yang melambangkan nilai-nilai keberanian dan kebijaksanaan, yang sering muncul dalam kisah-kisah Sundanesia. Pada masa Pajajaran, tokoh-tokoh besar seperti Prabuaya (Purbaya),Prabu Siliwangi (Prabu Jaya Dewata, 1218 M) lebih dominan dalam legenda dan sejarah Sundanesia.
Jika nama “Purbaya” digunakan dalam lingkup Sundanesia, kemungkinan besar itu adalah nama yang terinspirasi dari tradisi atau tokoh-tokoh lokal yang mengusung semangat perjuangan dan pengabdian. Purbaya mungkin juga muncul dalam cerita rakyat atau tradisi lisan yang belum terdokumentasi secara luas.
Purbaya (Jaka Umbaran) Mataram Kuno.
Purbaya dalam versi Mataram Kuno merujuk pada sosok Jaka Umbaran, putra Panembahan Senopati, pendiri Dinasti Mataram Islam. Dalam *Babad Tanah Jawi*, disebutkan bahwa Jaka Umbaran lahir dari pernikahan Panembahan Senopati dengan putri Ki Ageng Giring. Setelah melalui perjuangan panjang untuk mendapat pengakuan, ia akhirnya diangkat sebagai Pangeran Purbaya.
Pangeran Purbaya dikenal sebagai pelindung takhta Mataram, terutama saat kepemimpinan keponakannya, Sultan Agung (1613-1645). Ia adalah salah satu tokoh yang sangat dihormati karena kesaktiannya dan perannya dalam menjaga stabilitas kerajaan. Menurut catatan, Pangeran Purbaya juga aktif dalam berbagai misi penting, salah satunya adalah menangkap Pasingsingan, seorang tokoh yang dianggap mengganggu ketenteraman keraton. Peristiwa ini membawanya ke wilayah Kalisoka, di mana ia kemudian mendirikan masjid dan pesantren yang masih dikenang hingga kini.
Purbaya juga memiliki reputasi sebagai pejuang spiritual yang mendalami ilmu kebatinan dan ajaran Islam.
Bahkan, sebagian masyarakat memercayai bahwa ia memiliki kesaktian luar biasa yang menjadi karomahnya sebagai tokoh wali. Hingga akhir hayatnya, ia dimakamkan di Kalisoka, yang kini menjadi tempat ziarah bagi banyak orang.
Purbaya “Singa Banten”.
Purbaya atau lebih dikenal sebagai Pangeran Arya Purbaya, adalah sosok legendaris dalam sejarah Sundanesia dan Kesultanan Banten. Ia merupakan putra Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Banten VI, yang dikenal gigih melawan penjajahan Belanda dan monopoli perdagangan VOC. Pangeran Purbaya berperan sebagai patih sekaligus pendukung setia ayahnya dalam perang mempertahankan kebesaran Kesultanan Banten, terutama wilayah pedalaman dan selatan Banten .
Dalam berbagai kisah, ia digambarkan sebagai “Singa dari Banten,” simbol keberanian dan perjuangan. Salah satu peristiwa penting adalah ketika Purbaya membakar Keraton Tirtayasa untuk menyelamatkan ayahnya dari serangan VOC. Ia juga berkolaborasi dengan tokoh-tokoh besar seperti Syekh Yusuf Makassar dan Untung Suropati untuk melawan penjajahan. Meski akhirnya gugur dalam pemberontakan di Galunggung, Pangeran Purbaya tetap dikenang sebagai pahlawan yang mempertahankan martabat dan kedaulatan Banten .
Hingga kini, jejaknya masih hidup dalam nama-nama tempat seperti Jasinga di Bogor dan legenda yang berkembang di masyarakat Sunda. Purbaya adalah simbol perlawanan dan keteguhan dalam menghadapi penindasan .
Purbaya Kini.
Purbaya Yudhi Sadewa adalah Menteri Keuangan Indonesia yang baru saja dilantik pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Ia lahir di Bogor pada 7 Juli 1964 dan memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, dengan gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) serta gelar Master dan Ph.D. di bidang Ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat .
Kariernya dimulai di sektor swasta sebagai Field Engineer di Schlumberger, sebelum beralih ke dunia keuangan dan pemerintahan. Purbaya pernah menjabat sebagai Chief Economist dan Direktur PT Danareksa Sekuritas, serta Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dari 2020 hingga 2025. Selama memimpin LPS, ia berhasil menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia di tengah berbagai krisis ekonomi .
Sebagai Menteri Keuangan diharapkan membawa pendekatan berbasis data dan modern untuk menghadapi tantangan ekonomi Indonesia, seperti mengelola stabilitas nilai tukar rupiah, meningkatkan investasi, dan mengoptimalkan belanja negara. Kombinasi latar belakang teknik dan ekonominya dianggap sebagai modal besar untuk merumuskan kebijakan fiskal yang efektif.
Beberapa catatan Penting.
1. Masa Pajajaran Raya (Nusantara), nama Purbaya melekat pada Gelaran Prabu Siliwangi, yang memiliki sifat pemberani, bijak, dan memuliakan rakyatnya.
2. Masa Mataram Kuno, Purbaya adalah Gelar Pangeran, Pangeran Purbaya , gelar yang diberikan pada Jaka Umbaran, merupakan keponakan dari Sultan Agung (1613-1645 M). Pangeran Purbaya, yang menjadi benteng Mataram. Purbaya memiliki kekuatan Spuritual , ilmu kebatinan, mengembanbaharan Islam ( Membangun Masjid dan Mendirikan Pesantren,l), dan memiliki kesaktian, aehingga masyarajat menggapnya sebagai seorang Wali ( Masyarakat Jawa saat itu).
3. Pangeran Ariya Purbaya, ” Singa Banten”, sebagai panglima dari Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Banten ke 6. Pangeran Ariya Purbaya, bersama Syekh Maulana Yusuf al Makasmssari, dan Untung Surapati, melawan VOC serta penjajahan Belanda.
4. Purbaya Saat ini, 2025 M, adalah Purbaya Yudi Sadewa, yang diangkat Presiden Prabowo , Presiden RI ke 8, sebagai Menteri Ekonomi dan Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani. Purbaya saat ini, menjadi pendekar ekonomi Indonesia.
Purbaya sang Penberani, Bijak , dengan latar belakang keilmuan sebagai seorang Teknokrat. Ilmu elektro ITB dan Ilmu Ekonomi di AS.Purbaya dulu, bersama Syekh Yusuf dan Untung Surapati melawan VOC, penjajahan Belanda, pada masa Sultan Banten ke 6.
Purbaya “Singa Mera Putih” sekarang,mengguncanng para kapitalus, koruptor, 200 pengusaha elit, termasuk berhadapan dengan 9 Naga.
Siapakah yang bisa membantunya , apa bersama ST. Burhanuddin, Kejagung, Sugiono Menlu, Fery Juliantono, Menkop, dan Kapolri Lystio Sigit yang tegak lurus pada Presiden Prabowo.? Next #BRAVOPURBAYA #PRABOWO (dik)
Sumber : Media Lintas Pena